Kebudayaan Indonesia bagi Malaysia

Wed, 7 Nov 2007 – 6:30 pm -

Ada analogi dari Syamsi Kusyanti seperti ini:
Jika ada seseorang datang ke rumah anda yg di penuhi oleh batu batu dan tanaman hias yg antik, anda mmepunyai halaman yg besar dimana dihalaman tersebut terdapat batu yg tidak terurus yg lusuh dan tidak cantik, seseorang lewat dan menatap batu itu mangambilnya, mencuci dan merawatnya dengan baik, batu itu menjadi cantik. Anda melihat kejadian itu tapi anda mendiamkan saja, si penemu serta merta mengumumkan bahwa batu itu adalah miliknya.

Sekarang apa yg akan anda lakukan……???

Si penemu memang salah krn mengambil tanpa seijin pemilik rumah, tapi apakah pemilik rumah bisa dianggap benar ketika mendiamkan saja, lalu kalang kabut ketika mendengar pengumuman kepemilikan batu tersebut seperti orang kebakaran jenggot

Tempe sudah di klaim asli Jepang, Batik di klaim malaysia dan Lagu Jali-jali dan Rasa Sayange juga diklaim malaysia, sekarang permainan congklak dan kesenian Reog.
Jadi sebelum anda anda seperti kebakaran jenggot, sebaiknya mulai dari diri sendiri untuk bisa menghargai apa yg ada di negeri tercinta ini.

“kita baru sadar bahwa sesuatu itu baru terasa berharga ketika sudah hilang dari diri kita”

………………….

Diambil dari website kementrian budaya dan seni Malaysia : http://www.heritage.gov.my/

Congkak (Congklak?)
Congklak ala Malaysia
Merupakan jenis permainan Anjung. Tujuan permainan ialah untuk mengumpul dan giliran menapak akhir. Bilangan pemain ialah seorang sepasukan. Alatan yang digunakan di dalam permainan ini ialah Papan congkak dan cakak. Gelanggangnya adalah sebuah papan congkak yang mengandungi sekampong 5, 7, 8 atau 9. Rumah Anak serta 1 Rumah Ibu. Tiap Rumah Anak diisi cakak.

Barongan (Reog?)
Reog MalaysiaBarongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari.
Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.

…………………
and more at their website….

Send post as PDF to PDF Creator | PDF Converter | PDF Software | Create PDF

Popularity: 17% [?]

5 Responses to “Kebudayaan Indonesia bagi Malaysia”

  1. MyAvatars 0.2
     

    Jelas banget kamu ga berwawasan… kenapa pake ikon Blangkon, Jawa kah?? kl bener2 Jawa Shame on you…ga kenal rootsnya kah… tak tau kah arti reog…

    Reog ditinggalkan… ngomong apa kumur2 mas, kunjungin taman mini dong, minimal sebulan sekali disitu ada pagelaran Reog…shame on you man… shame on you…sekali2 lah maen ke taman mini hari minggu.

    masalahnya adalah media massa Indonesia, harganya terlalu mahal untuk para seniman agar diliput karyanya … jadi orang yang ga berwawasan seperti kamu yang ga pernah meraba budaya sangkanya di tinggalkan, sementara buat pelaku dan senimannya ga sedetik pun kami tinggalkan budaya…

    menyedihkan ada anak bangsa koleksi tulisan begian, shame on you.

  2. MyAvatars 0.2
     

    Wah…reog juga di aku-aku malingsia ya??
    Dan itu ada yang komen kok emosi sekali. Nick nya kok My_sayang?? Orang Malaysia ya??

    Kalo aku baca di atas kokgak ada kata2 “Reog ditinggalkan” ya?
    Ni My_sayang bisa baca apa kagak ya?? Aneh emang, Bro. Ni My_sayang kumur2 kali ya. Kagak bisa baca.

    Sekarang juga udah jelas2 diekspose di Metro TV, Reog diaku Malingsia. Dasar Maling!

    My_sayang yang sangat “berwawasan” ternyata gak bisa baca pelan2…
    Susah emang kalo ktemu orang2 sok berwawasan begini.

  3. MyAvatars 0.2
     

    @IndoN_sayang : thanks udah “baca” dengan baik dan benar :)
    @My_sayang : bisa ditunjukkan mana bagian “reog ditinggalkan”?
    Sayang kalau orang berwawasan tapi ndak bisa baca yang benar2 baca.
    Saya tunggu ya.
    PS.: Situ orang malaysia ya? Maap kalau menyinggung “harga diri” bangsamu. ;)

  4. MyAvatars 0.2
     

    malaysia sudah mulai dulu sudah menjadi bangsa yg suka mencuri, gak kreatif, contohnya lagu kebangsaan dia, itu hasil jiplakan lagu terang bulan milik indonesia tahun 30an yg diubah liriknya. musik dan nadanya persis banget.

  5. MyAvatars 0.2
     

    Pak pendi, analogi dr saya kok bisa ada disini…..wah bisa nyangkut ya…:-))

Silahkan Komentar...

Kalau belum punya icon Gravatar, bisa bikin dulu di sini.