|
|
Tentang Seorang Lelaki

Lelaki itu pernah menempelkan besi panas ke kulitnya sampai melepuh dan keluar asap, membentuk nama sahabatnya yang mati 23 tahun lalu, tanpa sedikit pun merasakan sakit atau matanya berair menahan rasa terbakar di kulit.
Lelaki itu pernah membuat sayatan-sayatan di dada dan lengannya dengan pisau berkarat, dan tak ada rasa apa apa ketika sesuatu yang merah itu mengalir pelan turun dari sayatan di dada.
Ketika mendengar Ayahnya meninggal, tak satupun bulir air mengalir dari kedua matanya. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit tempat mayat Ayahnya berada dia hanya memandang kosong ke luar jendela taksi. Tanpa merasa apa-apa, tanpa berpikir apa-apa.
Lelaki itu pernah ditabrak sebuah roti tawar raksasa dari besi, bis AKAS, dan terguling-guling di aspal sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam besi pembatas jalan kereta api. Dia cuma diam, berdiri, noda merah semakin melebar di baju, dengan jaket kulit dan celana jeans tebal yang sudah terbelah dan sobek lebar compang-camping di sana-sini, menuntun bangkai motornya ke pinggir. Tanpa merasakan sakit. Hanya dendam membara ingin menghancurkan kaca bis dan muka supirnya.
Dia bukan superman, dia hanya Lazarus. A dead man walking. Dia bukan kuat ataupun kebal bacok. Dia cuma lupa bagaimana seharusnya semua rasa sedih, senang, kaget, bingung, sakit mesti dirasa.
Lalu suatu hari sebentuk mahluk mungil yang terlihat tak biasa datang. Lelaki itu mulai tahu di sebelah mana perih terasa, seperti apa megahnya rasa yang membuat melayang, bagaimana warna pelangi setelah hujan. Dia hidup setiap kali mahluk mungil itu mampir menyapa hatinya yang mulai merah lagi. Dan dia mati lagi setiap kali mahluk mungil itu berkata “aku balik dulu…”. Setiap hari dia hidup, dia mati, hidup, mati. Tapi dia sungguh menikmati, karena bahkan ketika mati dia masih bisa bertahan karena berharap besok mungkin bisa disapa lagi, bisa hidup lagi.
Mahluk mungil itu menjelma udara baginya. Ketika dia datang menyapa adalah bagai udara yang terhirup masuk membelai paru-paru berflek hitam nikotin dan menyebarkan hidup ke seluruh tubuh laki-laki itu. Dan ketika mahluk mungil itu pamit adalah bagai udara yang terhembus keluar meninggalkan tubuh laki-laki itu. Ada kekosongan saat itu, tapi hanya sebentar saja karena udara mungkin masih bisa kembali terhirup masuk. Meskipun tidak begitu dengan mahluk mungil itu, tidak secepat itu bisa datang lagi membawa hidup ke lelaki itu. Kekosongan akan selalu terasa sedikit lebih lama. Aneh memang. Justru mahluk semungil itu yang bisa membuatnya sesungukan duduk di lantai kamar memeluk lutut.
Tapi laki-laki itu sungguh menikmati setiap detik huruf-huruf itu menari-nari menyapanya. Seringnya hanya huruf-huruf tanpa suara memang. Tapi dia sungguh menikmati, setiap senyum yang kadang begitu susah dihapus dari bibir lelaki itu ketika dia begitu hidup, setiap bulir air yang kadang begitu sulit ditahan mengalir turun ketika dia begitu mati. Setiap kali mahluk mungil itu akan menghilang lama lagi seperti 11 tahun lalu, atau hanya menghilang sebentar setelah dia berkata “aku balik dulu…”.
Dan sekali lagi “waktu” mengingatkan bahwa sudah hampir jam 12 malam, Cinderella sebentar lagi harus pergi. Bukan kembali. Pergi. Pesta harus selesai. Warna pelangi akan kembali seperti baju yang terlalu sering dicuci. Kolam pun harus dikuras dan dikeringkan lagi. Udaranya pergi. Dan laki-laki itu sepertinya harus belajar tahan napas sedikit lebih lama dari biasanya. Toh dia adalah Lazarus. Baginya mati 2 hari saat weekend atau mati beberapa tahun sama saja rasanya. Hanya tahan napas sedikit lebih lama. Bagaimana pun dia memang sering berkata dalam hati pada mahluk mungilnya, “i’m starting to love the back of your head, each time i watch you leave…”
* * * * * * *
“Matahari bukan matahari, tak kuasa memaksa laut hanya untuknya saja
Laut selalu hanyut dalam musim, membelai setiap pantai
Sementara Matahari-sialan itu tak sekali pun bisa meminta”
Urgent Store Ngagel, dalam kubangan 1×1, 30012010
Silahkan kalau mau ikutan komentar dan diskusi di sini, atau cuma mau subscribe ke RSS website ini.



lazarus itu apa mas?? sama obat murus sama nggak ?