|
|
Puisi untuk Ibu
Ibu, puisi ini sengaja kutulis dalam kegelapan musim dan waktu
hanya puisi murung tak berarti
Namun, dengan hati ibu yang tulus
serta penuh kasih
pastilah ibu mengetahui kebenarannya
Dahulu aku mengira
Ibu hanyalah perempuan lemah
yang tak punya pendirian
mengabdi pada suami bagaikan kuli
Ibu rela bekerja keras di tengah hujan dan terik matahari
acuhkan sakit, seorang diri
serta tiada mendendam kepada siapa pun
demi anak-anak ibu
Setelah ayah pergi dengan malaikat itu
Ibu menangis sepanjang hari
Pertanyaan kanak-kanak yang marah
selalu berakhir dengan pertanyaan lagi
ketika ibu menyahut parau,
“Ibu mencintai ayahmu, nak.”
Aku segera berlari lalu membanting pintu
Kini aku mengerti bahwa kesanggupan mencintai bukan hal biasa
bahkan, seringkali mengejutkan orang lain
Rasa cinta yang begitu besar pada seseorang
kuwarisi dari Ibu
Tapi, kepasrahannya tidak
Perjuangan kami ini untuk menolak menjadi tunduk pada hidup
bukan untuk memisahkan Ibu dari anaknya,
para suami dari istri mereka,
kakek atau nenek dari sang cucu,
ataupun seorang kakak dari adik-adiknya,
melainkan untuk menyatukan seluruh rasa kita
dalam kedamaian
yang tak pernah lagi kita miliki
setelah puluhan tahun
Maafkan anakmu
bila perjuangan kami
telah membuat ibu terpaksa menempuh hidup yang sunyi
Bukankah dalam hati kecil Ibu
selalu mendoakan kami?
Sidoarjo, 3 Mei 2003
Another lonely birthday
Silahkan kalau mau ikutan komentar dan diskusi di sini, atau cuma mau subscribe ke RSS website ini.
Cas Cis Cus
puisinya bguz bgt,,,,,
aku juga sayang bgt ma ortuq…..
kasih syng ortu g akan tergantikan oleh apapun d dunia ini terutama kasih sayang ibu…..
sayangilah ortumu sebelum kalian kehilangan mereka…
kau akan mnyesal jika kalian menyia2kan kesempatan ketikamasih bersama mereka,,,,,,,jaga n sayanilah kedua ortumu sebelum kalian kehilangan mereka….
puisinya bagus bangeeetz,,,,
jadi terharu dech
bacanya,,,,
selamat iia
udah sukses dalam membuat karya…
teruslah berkarya
dengan karyamu…
pendi (berusaha keras) malu : ahh…embaak bisa aja..itu bukan karya kok…itu oret-oret. Aku khan cuma pemulung.
Cinta seorang ibu sangat tulus ,tapi cinta anak masih ada pertimbangan , seperti pepetah mengatakan cinta ibu sepanjang masa ,namun cinta anak sepanjang jalan ,
pendi nimpalin:…dan cinta istri katanya sepanjang duit belanja lancar….
duh……
bagus banget puisinya……….
jadi terharu q mendengar na…………
karena bagi q ibu adalah segalana dalam hidup q…….
karena ibu adalah pelita hati q….
kasih sayang ibu nga bisa terganti dengan apa pun……..
way padek nye he he he he he he he he he……………………………………………………………………………………………….ngerti gax bahasa nya wk wk wk wk wk wk



assalamualaikum.wr.wb
wah bagus sekali puisinya!