|
|
Aku Sholat 5 waktu, tapi…
Aku Sholat lima waktu tapi……
ingat pada Allah hanya lima waktu itu aja.
Dan pada masa lainnya Aku lupa pada-Nya.
Jika Sholatku 10 menit, maka cuma 10 menit itu aja kuingat pada-Nya.
Bahkan mungkin ketika 10 menit itu pun pikiranku masih kemana-mana dan ingat selain daripada-Nya.
Aku Sholat lima waktu tapi….
aku tidak bersyukur pada-Nya.
Padahal dulunya aku sedang susah, Allah yang memberi rezeki padaku. Dengan rezeki itu aku bisa makan, beli kendaraan, sekolahkan adikku, beli rumah, beli komputer, dugem, kawin, maen bilyard, hangout di cafe, kawin lagi dan sebagainya.
Tapi.. hatiku masih belum puas…
Aku masih tamak akan asyiknya dunia dan masih merasa kehausan.
Aku Sholat lima waktu tapi….
aku masih kelepasan perkataan yang gak sopan.
Tanpa sengaja aku pasti sering menyakiti hati orang. tanpa sengaja pasti sering menghina mereka, atau gak sengaja menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah aku sendiri dari kaum yang paling baik.
Padahal aku sendiri juga gak tahu persis di golongan mana tempatku nanti di padang mahsyar.
Aku Sholat lima waktu tapi….
aku masih sombong dengan ilmu yang aku pikir aku miliki.
Aku masih sombong dengan amal perbuatan yang telah aku perbuat, masih sombong dengan ibadah yang aku lakukan. Aku masih sombong dan sok tau padahal tak ada yang kumengerti.
Aku masih sombong dan merasa paling dekat dengan Allah SWT.
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen aku debat mereka yang tidak sehaluan denganku dan tidak berkeyakinan sepertiku. Kuhancurkan Rumah Ibadah mereka, aku aniaya dan siksa mereka dan keluarga mereka, aku bom tempat mereka mencari nafkah lalu sok merasa pasti masuk surga-Nya.
Padahal aku sendiri belum tahu, ridhokah Allah dengan yang telah kuperbuat itu.
Aku menggunakan uang yang tak seberapa dibanding rezeki Allah itu bahkan dengan wewenang yang tak seberapa dibanding kuasa-Nya itu serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang aku tidak suka.
Aku Sholat lima waktu tapi….
Aku amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena takut hartaku habis atau tidak bisa bersenang-senang lagi.
Aku Sholat lima waktu tapi….
Masih merengut dan mencaci maki bila ditimpa musibah, walaupun sebenarnya aku tahu musibah itu datangnya dari Allah, karena perbuatanku sendiri atau karena sedang diuji.
Lalu, itu berarti kepada siapakah aku mencaci maki itu?
Aku Sholat lima waktu tapi….
selalu lupa mengucap “Subhanallah, cuma Allah yg mampu menciptakannya..” saat memandangi putih-mulusnya mahluk ciptaan-Nya meliuk-liuk.
Atau aku yang selalu lupa bilang “Bismillah..” saat baru mulai minum bersama si Jack dan Daniels, padahal aku tahu seharusnya selalu baca basmalah saat memulai sesuatu.
Allah SWT Maha Pengampun, ampunilah hambamu yang tak tahu apa-apa dan tak tahu diri ini.
Semoga masih Kau sisakan kupon diskon untukku mengurangi masa siksaan di neraka-Mu nanti…
!(-.-)
Silahkan kalau mau ikutan komentar dan diskusi di sini, atau cuma mau subscribe ke RSS website ini.



[...] Aku Sholat 5 waktu, tapi… | Kisah Inspiratif | TriEffendi.com [...]