Adik Perempuanku


 

Tiba-tiba aku ingat adik perempuanku
(rindu?)
Tapi aku harus teruskan pura-pura tak peduli
bila harus ada jarak antara kami
biar, adik kecilku harus setegar Batu
yang keras, diam, beku, dan tak mudah layu
Adik kecilku harus tetap gagah
sebab dunia terlalu kejam buat dihadapi sebagai orang lemah

Kusengaja buat tak terlalu dekat dengan adikku
walau aku tak pernah tahan terlalu lama berada jauh
soalnya sudah Dia tentukan
bahwa semua suatu saat harus terpisahkan
Aku tak mau ketika giliranku datang
adik kecilku jadi terlalu merasa kehilangan
Ah, aku tak pernah tahan melihat airmata adikku

Tuhan tahu sayangku pada dia
walau selalu kusembunyikan dari orang-orang

Biar saja kalau adikku jadi benci
yang penting dia bisa sekeras besi
selain jadi selembut bidadari

Pantai Kuta,  November 1999


 

Silahkan kalau mau ikutan komentar dan diskusi di sini, atau cuma mau subscribe ke RSS website ini.

Cas Cis Cus

what a nice love

pendi nglamun: isn’t love always nice? Fate is not…

Leave a comment

(required)

(required)