Maaf (II)

Sun, 9 May 2004 – 9:15 pm -

Kupilih kamu karena kupikir kamu tangguh
agar nantinya masih ada yang bisa kupegang
ketika berkali-kali aku rubuh

sebab aku tak seperti mereka yang kau tahu
yang begitu mudah merasa gembira
dan hampir selalu mendapat yang mereka minta

Mereka yang suka bekerja ketika siang
karena langit terlihat terang
dan lebih jelas ketika melihat uang

Para pengecut lebih senang keluar siang
karena dimana-mana banyak orang
dan tidak terlihat setan gentayangan

Aku malah mencintai malam yang kelam
karena justru di langit yang hitam
keindahan cahaya bintang bisa kelihatan

Aku mencintai malam yang sunyi
karena dalam sepi
aku jadi lebih bisa mendengarkan hati

Bukankah dulu kau sudah kutanya,
sanggupkah kau untuk selalu ada?
Tapi kau bilang “kita coba saja”

Padahal sudah kuberi tahu
bagiku tidak adalah tidak, ya berarti ya
Dan aku tak percaya pada ketulusan coba-coba

Jadi, maafkan kalau aku terlalu kaku
dan tak sabar memahami keluguanmu
dalam mencintaiku

Istirahatlah sebentar, nikmati hidupmu
aku tahu kau pun capek mengikuti mauku
mungkin memang bukan sekarang waktunya
toh kita malah tak beranjak kemana-mana jika bersama

kost Semampir, 9 Mei 2004

Send post as PDF to PDF Creator | PDF Converter | PDF Software | Create PDF

Popularity: 7% [?]

Silahkan Komentar...

Kalau belum punya icon Gravatar, bisa bikin dulu di sini.