Aku dan Perempuan
Sat, 14 Aug 1999 – 3:00 pm -Perempuan.
Aku selalu nggak ngerti tentang mereka. Berkali-kali aku coba ngira-ngira, berkali-kali itu juga aku keliru. Lalu aku jadi benci sendiri.
Soalnya kalau soal perempuan aku jadi goblok.
Perempuan selalu berhasil (ah…hampir..) bikin aku jadi mahluk aneh yang lemah dan konyol. Aku nggak suka menjadi lemah. Hidup terlalu keras buat dihadapi sebagai orang lemah. Aku nggak boleh lemah.
Tri Effendi nggak perlu jatuh cinta, cukup Ibu dan adik kecilku saja perempuan yang boleh membuatku jadi lemah. Aku belum perlu jatuh cinta. Sebab cinta bisa menjelma menjadi borgol. Atau jadi semacam kewajiban. Yang membuatmu merasa harus memberi banyak hal indah kepada cintamu. Sedang aku nggak punya yang indah-indah.
Hhhh…malam punya Surabaya tambah kelam, sudah sepuluh empat lima.Di luar udara mulai dingin. Di dalam, hatiku semakin gersang dan menghitam.
Kosong.
Dan setan pun semakin keras terbahak-bahak mentertawakanku. Aku semakin meringkuk di sudut, takut pada kangen ini. Entah pada siapa, atau pada apa…
Tapi tenang. Selama tidak di antara badai kalah-menang.
Popularity: 8% [?]



