Tuesday, January 6, 2009

TriEffendi.com

Pengepul informasi penting dan tidak penting…

Download MP3 Gratis  
 

Buying the Cow

Posted by Pen the Man On March - 14 - 2008

Kemaren malem lagi bongkar-bongkar lemari buat inventory koleksi film Ori (yang aku bajak buat disimpen pribadi….. :P ). Ternyata sudah lumayan banyak. Sudah waktunya nambah tempat CD lagi. Besok Minggu mungkin kalo inget rencananya mau ke THR cari CD Blank + tempatnya.

Ada 1 film yang semalem tiba-tiba pengen aku tonton lagi. One of my favorite movie, filem lama tahun 2002 yang judulnya “Buying the Cow” yang tagline nya “Why buy the cow, when you can get the milk for free?“. Yang main si Jerry O’Connell (dulu pas masih ABG maen serial My Secret Identity), Bridgette Wilson dan Ryan Reynolds (Van Wilder)

Ceritanya soal orang yang sudah lama pacaran dan yang cowok masih belum juga ngajak nikah. Alasan si cowok yang dia bilang ke temen-temennya, soalnya dia takut tu cewek bukan “the One“-nya. Ceritanya ringan dan cukup menghibur, tapi ada beberapa kata-kata/quote/tagline dari filem ini yang cukup nyantol…

Jonesy: You’re still not telling us everything.
David Collins: Of course not, you’re my friends.

Mike Hanson: Always a best man, never a man.

The worst thing you can do is loosing your girl because of fear of commitment
David Collins: Actually, the worst thing you can do is marrying to wrong girl just because of fear of loneliness

David Collins: There is no such thing as the one. It’s more of a mind boggling whole hell of a lot of potential ones. That should be comforting, it’s actually pretty terrifying. We would all like to kick back and wait for some magical force to show us who we should spend the rest of our lives with. But the truth is, there isn’t a lightning bolt that slaps you on the ass and tells you to pick this person over all others. It’s like the rain, rain falls all the time. Sometimes we are prepared for it, sometimes we’re not. And depending where you are when it hits, you either get caught in it, or you don’t. In fact, most of us try like hell to avoid it.

You might miss the bus, you might catch the bus. Maybe you remembered your umbrella, maybe you didn’t. No big signs, just random torrential bursts of opportunity and that’s the most fate can do, the rest is up to us.

Khusus yang terakhir itu visualisasinya bagus…pas sama yang diomongin. Tar kapan-kapan aku cut dan taruh di youtube dah. Terjemahan bebasnya (bebas dan asal :P ) kira-kira begini :

Gak ada yang namanya “the One”. Semua cuma kumpulan calon-calon yang potential untuk menjadi “the One”. Seharusnya itu cukup menenangkan, tapi sesungguhnya itu semua cukup menakutkan. Kita semua lebih suka diam menunggu suatu kekuatan magis datang dan menunjukkan dengan siapa kita harus menghabiskan sisa hidup kita.
Tapi sesungguhnya, tidak pernah ada kekuatan apa-apa yang membuatmu harus lebih memilih orang yang ini daripada milih orang yang lain. Mungkin kedatangan “the One” lebih seperti HUJAN….hujan datang sewaktu-waktu. Kadang hujan datang saat kita sudah siap payung, kadang saat kita lagi gak siap. Juga tergantung dimana kita saat hujan datang, bisa jadi kita lagi terjebak dalam hujan, bisa juga kita sudah sempat berteduh. Pada kenyataannya, sebagian besar dari kita justru berusaha keras menghindar dari hujan…dari “the One”….

Kamu mungkin ketinggalan bis, bisa juga nggak. Mungkin kamu inget bawa payung, mungkin juga lupa. Gak ada tanda-tanda apapun sebelumnya, cuma serangkaian kesempatan yang datang secara acak dan memang cuma itu yang NASIB bisa lakukan. Selebihnya terserah kita sendiri.

Makes me thinking again…

Ikutan komentar??

   (optional, kalau belum punya icon avatar sendiri bisa daftar di sini gratis)

Apaan sih?

     
    Ini tentang seorang kapiten lelaki tulen biasa yang berusaha berjuang untuk menjadi luar biasa...atau minimal tidak menjadi sekedar orang biasa-biasa saja. Disini semua usaha coba bermula, di sini tempat cerita akan bermuara. Just a simple place to share a little something of love, life, and my dreams.

    Read More